Pengantar Aplikasi Komputer 1A (T2)
Tugas
Pengantar Aplikasi Teknologi Komputer
1A
Kurnian B.Prianto S,KOM.SH.MM
Disusun Oleh:
Aisyah Madinah
10520045
IPA23
Falkultas Psikologi
Jurusan Psikologi
Universitas Gunadarma
5.1
Dasar Perangkat Lunak
· Pengertian
Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak merupakan suatu program yang
dibuat oleh pembuat program untuk menjalankan perangkat keras computer.
Perangkat lunak adalah program yang berisi kumpulan instruksi untuk melakukan
proses pengolahan data. Software sebagai penghubung antara manusia sebagai
pengguna dengan perangkat keras computer,berfungsi menerjemahkan bahasa manusia
ke dalam bahasa mesin sehingga perangkat keras computer memahami keinginan
pengguna dan menjalankan instruksi yang diberikan dan selanjutnya memberikan
hasil yang diinginkan oleh manusia tersebut.
· Fungsi
Perangkat Lunak Komputer:
1. Mengatur
Input atau output dari computer.
2. Menyediakan
dan Mengatur serta memerintah Hardware agar dapat berjalan denagan baik.
3. Menjalankan
Perintah tertentu pada sebuah system.
· Kategori
Perangkat Lunak
1. Software
applications
Berperan sebagai productivity tools
untuk membantu pengguna memecahkan masalah.Perangkat lunak aplikasi juga
memungkinkan pengguna untuk mengontrol komputer tanpa harus berpikir seperti
programer.
2. System
Software
Berperan untuk mengkoordinasi penggunaan dan operasi perangkat keras. Perangkat
lunak sistem terdiri atas operating sytem dan utility software:
1) Sistem
Operasi
Sistem operasi dibutuhkan antara lain agar :
a) perangkat
keras bisa berjalan secara efisien.
b) komunikasi
dengan perangkat keras lebih mudah.
c) memelihara
sistem file
Dua tujuan utama sistem
operasi :
a) sebagai
antarmuka antara pengguna dan software
b) sebagai
pengelola sumber daya komputasi.
2) Perangkat
Lunak Utilitas Utility
Software memudahkan pengguna untuk:
a) Mengkopi
file antar media penyimpanan
b) Memperbaiki
file yang rusak
c) Menerjemahkan
file sehingga banyak program bisa membaca
d) Pengamanan
terhadap virus dan program berbahaya lain
e) Kompresi
file sehingga memakan tempat yang lebih kecil
3) Compiler
dan Interpreter
Memungkinkan programmer untuk membuat software baru.
Setelah kita membahas
rekayasa perangkat lunak, kita sedikit mundur, untuk membahas evolusi perangkat
lunak. Pengembangan perangkat lunak
dapat dibagi menjadi 4 tahap, yaitu :
1. Tahap
Pertama (1950 – 1960)
Evolusi perangkat
lunak tahap pertama dimulai pada awal 1950-an sampai pertengahan 1960.
Pengembangan perangkat lunak pada tahap pertama mempunyai ciri-ciri
berorientasi batch, distribusi software terbatas untuk kalangan tertentu
sehingga apabila ada perusahaan yang ingin dibuatkan software khusus harus
memesan terlebih dahulu.
2. Tahap
Kedua ( 1960 – 1970)
Evolusi Perangkat
Lunak Tahap Kedua dimulai pertengahan tahun 1960-an sampai awal tahun
1970-an. Pengembangan perangkat lunak
mempunyai ciri-ciri multi user. Pengguna
dari software sudah banyak dan bisa saling berbagi. Ciri ini menunjukkan ada perkembangan baru
yaitu interkasi manusia dan komputer (Human Computer Interaction).
Selain itu, ciri dari tahap kedua ini adalah real time. Real Time disini adalah suatu kondisi dimana sistem dapat mengumpulkan, menganalisa dan mentransformasikan data dari banyak sumber kemudian mengatur proses serta menghasilkan output yang diinginkan. Dalam tahap ini, sudah banyak juga paket perangkat lunak yang beredar di pasaran serta muncul istilah database dalam perangkat lunak.
3. Tahap
Ketiga (1970 – 1990)
Evolusi Perangkat
lUnak tahap ketiga, dimulai pertengahan tahun
1970 sampai awal tahun 1990.
Pengembangan perangkat lunak sudah maju sedemikian pesat. Perangkat lunak sudah menggunakan sistem
terdistribusi, sehingga penyampaian informasi dari komputer sumber ke komputer
tujuan akan terasa sangat cepat. Dalam era ini, perangkat keras dari suatu
komputer harganya sangat murah. Selain
itu, pesanan perangkat lunak sudah sangat mendominasi dari penyelesaian suatu
masalah sehingga penggunaan software pada masa itu sudah sedemikian jauh.
4. Tahap
Keempat (1990 – 2000)
Evolusi Perangkat
Lunak Tahap Keempat dimulai tahun 1990 sampai tahun 2000. Pada tahap ini,
perangkat lunak sudah mendominasi dari pengembangan perangkat keras, sehingga
perangkat keras dalam hal ini komputer sangat dikendalikan oleh suatu sistem
operasi. TIngkat kecerdasan dari
perangkat lunak semakin ditingkatkan sehingga perangkat lunak atau software
dilatih mempunyai kecerdasan seperti yang dimilik manusia. Terbukti dengan adanya penemuan kecerdasan
buatan, jaringan syaraf tiruan, sistem pakar dan logika fuzzy. Jaringan
komputer, pemrosesan komputer paralel sangat mendominasi pada era ini. Dan, pada masa ini pula pemrograman sudah
berorientasi obyek (OOP).
5.3 Klasifikasi Perangkat Lunak
Perangkat lunak atau
software dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam yaitu:
· Program
Aplikasi (Application Programs)
· Bahasa
Pemrograman(Programming Language
· Sistem
Operasi (Ope Program Bantu(Utility)rating System)
5.3.1 Bahasa
Pemrograman (Programing Utility)
Perangkat lunak bahasa
yaitu program yang di gunakan untuk menerjemahkan instruksi-intruksi yang
ditulis dalam bahasa pemrograman ke bahasa mesin dengan aturan atau prosedur
tertentu, agar di terima oleh komputer. Ada 3 level bahasa pemrograman, yaitu:
1) Bahasa
tingkat rendah (Low Level Language) Bahasa ini di sebut juga bahsa mesin (Assembler), dimana pengkodean
bahasanya menggunakan kode angka 0 dan 1.
2) Bahasa
tingkat tinggi(High Level Language)
Bahasa ini
termasuk dalam bahasa pemrogramana yang mudah di pelajari oleh pengguna
komputer karena menggunakan bahasa inggris. Contohnya: BASIC, COBOL, PASCAL,
FORTRAN.
3) Bahasa
generasi keempat (4 GL)
Bahasa
pemrograman 4 GL (Fourth Generation Language) merupakan bahasa yang
beroreintasi pada objek yang disebut Object Oriented Programming (OOP).
Contohnya: Visual Basic, Delphi, Visual C++.
5.3.2 Sisitem Operasi
( Operating System)
Sistem opersi yaitu
program yang berfungsi untuk mengendalikan sisitem kerja yang mendasar sehingga
mengatur kerja media input, output, tabel pengkodean, memori, penjadwalan
prosesor, dan lain-lain. Sistem operasi berfungsi sebagai penghubung antar
manusia (User) dengan perangakat keras (Hardware) dan perangkat lunak(Software)
yang digunakan. Adapun fungsi utama sistem operasi adalah :
1.
Menyimapan program dan aksesnya.
2.
Membagi tugas didalam CPU.
3.
Mengalokasikan tugaas-tugas penting.
4.
Merekam sumber-sumbeer data.
5.
Mengatur memori sistem termasuk
penyimpanan, menghapus dan menadapatkan data.
6.
Memeriksa kesalahan sistem.
7.
Multitugas pada OS, Windows98, Windows
XP, Windows 7.
8.
Memelihara keamanan sistem, khusus pada
jaringan yang membutuhkan kata sandi(password) dan penggunaan ID. Contoh sistem
operasi, misalnya: Disk Operating System(DOS), Microsoft Windows, Linux, dan
Unix.
5.3.3 Program Bantu
(Utility)
Perangkat lunak yang
berfungsi sebagai aplikasi pembantu dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan
komputer, serta merupakan perangkat lunak sistem dengan fungsi tertentu,
misalnya memformat flashdisk, mengkopi data, mengkompres file dan pemeriksaan
keras (Hardware Troubleshooting), mengatur isi ulang hardisk (partisi, defrag)
dan lain-lain. Contohnya: Norton Utility, Antivirus, Winrar.
5.4 Software Open Source
Open Source Software
adalah mengacu pada kode program yang didistribusikan secara terbuka (termasuk
kode yang tidak dikenai biaya) yang dapat digunakan dan dimodifikasi oleh
pengguna tanpa batasan.
Analogi untuk
mendeskripsikan open source adalah ibarat resep. Resep open source akan
dipublikasikan yang berarti bahwa siapapun dapat mengetahui bahan dan
instruksi, dan bahkan menyesuaikan resep untuk meningkatkan rasa hidangan.
Jika seseorang ingin
mengetahui resep yang bukan “open-source,” maka mereka harus membayar lisensi
untuk dapat menggunakannya. Selain itu, mereka tidak akan memiliki izin untuk
memodifikasinya, apalagi mendistribusikannya.
· Kekurangan open source : Adapun kekurangan open source adalah: Butuh waktu untuk mempelajari produk.Microsoft Word dan Open Office adalah dua opsi software dengan tingkat produktivitas serupa. Open Office adalah versi open source Word. Meskipun hasilnya serupa ketika membandingkan keduanya, bagaimana Anda dapat membuka kode membutuhkan beberapa langkah yang sangat berbeda.
Anda akan selalu membutuhkan waktu untuk mempelajari produk open source lebih lama terutama jika Anda belum begitu paham dengan peningkatan softwarenya.
2)
Tidak ramah pengguna Kekurangan lain dari sistem open source adalah tidak ramah pengguna.
Seperti sistem operasi berbasis Linux yang sulit digunakan dibandingkan dengan
sistem operasi Window. Paket dan software diinstal dengan mudah di Window
tetapi di Linux agak sulit, Anda perlu menginstal melalui command line
interface.
3)
Masalah Kompatibilitas Perangkat Keras Banyak
hardware terbaru yang diproduksi tidak kompatibel dengan Linux. Oleh karena itu
Anda harus bergantung pada pihak ketiga sebab setiap kali Anda membeli hardware
dari vendor, Anda harus memastikan apakah memiliki dukungan untuk Linux atau
tidak.
· Kelebihan
Open Source :
Sementara untuk kelebihan dari open source adalah :
1)
Gratis Untuk Digunakan
Manfaat
terbesar menggunakan open source adalah bebas untuk menggunakan, memodifikasi,
dan mendistribusikan. Biaya yang terkait dengan software open source sangat
sedikit jika dibandingkan dengan proprietary software..
2)
Dapat ditingkatkan secara konsisten Siapa pun dapat mengotak-atik
software open source untuk memecahkan masalah atau memperbarui produk. Anda
dapat menambahkan fitur, menghentikan bug, dan memperbaiki serta meningkatkan
software dengan cara lain, tanpa perlu mencari izin resmi.
3)
Dapat menggunakannya sesuka Anda Software
open source tidak memiliki masalah hak cipta, masalah royalti, atau pembayaran
lain yang terkait dengan penggunaannya. Anda dapat menggunakannya sesuai
keinginan Anda. Anda juga dapat menyesuaikan software agar sesuai dengan
kebutuhan Anda jika diinginkan.
· Contoh
Open Source :
1)
logo android
2)
logo android
· Contoh
sistem operasi open source yang paling populer adalah :
1)
Sistem operasi Linux
2)
Android oleh Google
3)
Open office
4)
Mozilla Firefox
5)
Firefox browser
6)
Pemutar media VCL
7)
Moodle
8)
ClamWin antivirus
9)
Sistem manajemen konten WordPress
6.1 Data Informasi
Data sendiri bisa
berupa angka, karakter, simbol, gambar, suara atau tanda-tanda yang bisa
digunakan untuk dijadikan informasi. Suatu informasi bisa saja menjadi data
jika informasi tersebut digunakan kembali untuk pengolahan sistem informasi
selanjutnya. Dalam dunia komputer data merupakan sesuatu hal yang disimpan di
dalam memori dengan format tertentu.
· Pengertian
Data dan Informasi:
1)
Pengertian Data :
Data merupakan sebuah fakta mentah atau rincian peristiwa yang belum
diolah, dan terkadang tidak dapat diterima oleh akal pikiran dari penerima data
tersebut, maka itu data harus diolah terlebih dahulu menjadi informasi untuk
dapat di terima oleh penerima.
2)
Pengertian Informasi :
Informasi
merupakan hasil dari pengolahan data yang sudah dapat diterima oleh akal
pikiran penerima informasi yang nantinya bisa digunakan untuk pengambilan
keputusan. Informasi sendiri dapat berupa hasil gabungan, hasil analisa, hasil
penyimpulan, dan juga bisa suatu hasil pengolahan sistem informasi
komputerisasi.
· Pengertian
Data dan Informasi Menurut Para Ahli :
1) Pengertian
Data Menurut Para Ahli
a) John
Dearden serta Robert N. Antony
Pengertian data menurut John Dearden
Robert N. Antony ialah bentuk jamak dari kata datum atau data item
b) Jogyanto
Definisi data menurut Jogyanto ialah
kenyataan yang menggambarkan suatu peristiwa dan kesatuan nyata.
c) Slamet
Riyadi
Slamet Riyadi mendefinisikan data
sebagai kumpulan informasi yang didapat dari pengamatan dimana data dapat
berupa angka-angka dan lambang-lambang.
2) Pengertian
Informasi Menurut Para Ahli :
a) Anton
M. Moeliono
Informasi menurut Anton M.Moeliono
ialah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga
merupakan keterangan atau bahan nyata yang bisa dijadikan dasar pengamatan
analisis atau kesimpulan .
b) Joner
Hasugian
Joner Hasugian mendefinisikan informasi
ialah suatu konsep universal dalam jumlah muatan besar yang melibatkan banyak
hal dalam ruang lingkupnya masing-masing serta terekam pada sejumlah media.
c) Jordon
B. Davis
Pengertian informasi menurut Jordon B.
Davis ialah data yang telah diproses menjadi sebuah bentuk yang penting bagi
penerima informasi dan nilai yang nyata serta bisa dirasakan dalam
keputusan-keputusan sekarang atau masa yang akan datang.
·
Fungsi Data dan Informasi :
1)
Fungsi Data :
a)
Sebagai dasar perencanaan
Adanya data yang valid
maka seseorang atau suatu organisasi bisa membuat perencanaan atas dasar data
yang telah dimilikinya. sebab data-data tersebut berisi tentang suatu fakta
terkait kejadian yang perlu dianalisis dengan benar.
b)
Alat pengendali suatu aktivitas
Kenapa data berguna
sebagai alat pengendali? sebab dengan adanya data yang real atau asli dan
benar, maka bisa dijadikan sebagai tolak ukur dalam menjalankan atau
mengendalikan suatu aktivitas, hal ini tentunya untuk meminimalis jalanya
aktivitas dari ketidaksesuaian visi dan misi yang sudah ditetapkan.
2)
Fungsi Informasi :
a) Menambahpengetahuan
Informasi sebenarnya sangat bermanfaat sebab membuat seseorang jadi
mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak ia ketahui.
b) Mengurangi
informasi yang tidak pasti
Informasi dapat membantu kita untuk mengetahui secara pasti apa yang
sedang terjadi. Contohnya seperti informasi tentang perekrutan CPNS pada bulan
Agustus. Informasi ini sangat membantu para pelamar kerja sebab mereka jadi
tahu kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan serta mengajukan surat lamaran
CPNS.
c) Mengurangi resiko kegagalan Karena informasi dapat memberikan prediksi tentang apa yang akan terjadi, hal ini akan membantu kita dalam mengantisipasi resiko dan bahaya tertentu. Contohnya sperti di televisi menampilkan informasi tentang gempa yang dapat berpotensi tsunami. Para korban gempa yang mengetahui informasi tersebut bisa segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
·
Perbedaan antara data dan juga
informasi :
1)
Perbedaan Data
a)
Data tidak mempunyai makna apapun
b) Data bisa berbentuk fakta, rincian dan
juga segala bentuk pengamatan empiris (observasi dan wawancara) terhadap sebuah
peristiwa
c)
Bagi orang awam, data tidak bisa
dimengerti maksudnya
2)
Perbedaan Informasi :
a)
Informasi telah mempunyai sebuah makna
tertentu
b) Informasi ialah data yang telah
diproses dengan menggunakan beragam teknik tertentu
c) Bagi orang awam, pada saat membaca suatu
informasi, maka mereka sudah bisa memahami arti dari informasi tersebut.
6.2 Struktur Data
Struktur data adalah
cara penyimpanan,pengorganisasian,dan pengaturan data di dalam media
penyimpanan komputer sehingga data tersebut dapat digunakan secara efisien.
6.2.1 Tipe Data
Sederhana dan Majemuk
· Tipe
Data Sederhana
Adalah tipe data yang
hanya mampu menyimpan satu nilai tiap satu variabelnya. Tipe data primitive
merupakan tipe data dasar yang sering dipakai oleh program. Contoh tipe data
primitive adalah tipe numerik (integer
dan real), tipe data karakter/char, tipe data boolean
Ø Tipe
data numeric digunakan pada variabel atau konstanta untuk menyimpan nilai dalam
bentuk bilangan atau angka. Semua bahasa pemrograman menyediakan tipe data
numeric, hanya saja berbeda dalam jenis numeric yang diakomodasi. Tipe data ini
terbagi atas integer, dan real.
Ø Merupakan
tipe data berupa bilangan bulat, terbagi atas beberapa kategori seperti
terlihat dalam tabel 1. tabel 1 menunjukkan jenis data, ukuran dalam memori dan
rentang nilainya.
Ø Konstanta
bertipe real adalah bilangan yang berisi titik desimal atau jenis bilangan
pecahan. Dalam Pascal paling sedikit harus ada satu digit sebelum dan sesudah
titik desimal, tidak boleh ada koma dan nilainya bisa positif atau negatif.
Dapat dituliskan secara biasa atau model scientific. Contoh bilangan real:
34.265 -3.55 0.0 35.997E+11, dimana E merupakan simbol perpangkatan 10. Jadi
452.13 mempunyai nilai sama dengan 4.5213e2.
Ø Boolean
merupakan tipe data logika, yang berisi dua kemungkinan nilai: TRUE (benar)
atau FALSE (salah). Turbo Pascal for Windows memiliki tiga macam jenis ini
yaitu: Boolean, WordBool, dan LongBool. Tipe boolean memakai memori paling
kecil, sedangkan WordBool dan LongBool dipakai untuk menulis program yang
sesuai dengan lingkungan Windows.
Ø Record
atau struct
Ø Seperti
halnya Array, Record atau Struct juga termasuk tipe data komposit. Record
dikenal dalam bahasa Pascal/Delphi sedangkan Struct dikenal dalam bahasa C++.
Berbeda dengan array, tipe data record mampu menampung banyak data dengan tipe
data berbeda-beda (heterogen). Misalnya, satu bagian integer, satu bagian lagi
character, dan bagian lainnya Boolean. Biasanya record digunakan untuk
menampung data suatu obyek. Misalnya, siswa memiliki nama, alamat, usia, tempat
lahir, dan tanggal lahir. Nama akan menggunakan tipe data string, alamat
bertipe data string, usia bertipe data single (numeric), tempat lahir bertipe
data string, dan tanggal lahir bertipe data date.
Ø Date
Time
Nilai
data untuk tanggal (date) dan waktu (time) secara internal disimpan dalam
format yang spesifik. Variabel atau konstanta yang dideklarasikan dengan tipe
data Date dapat digunakan untuk menyimpan, baik tanggal maupun jam. Tipe data
ini masuk dalam kelompok tipe data composite, karena merupakan bentukan dari
beberapa tipe data.
· Struktur
Data Sederhana
Struktur data adalah
cara menyimpan atau merepresentasikan data didalam komputer agar bisa dipakai
secara efisien. Sedangkan data adalah representasi dari fakta dunia nyata.
Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan, direkam atau
direpresentasikan dalam bentuk tulisan, suara, gambar, sinyal atau simbol. Garis besar type
data dapat dikategorikan menjadi:
1.
Type data sederhana.
a)
Type data sederhana tunggal, misalnya
Integer, real, boolean dan karakter.
b)
Type data sederhana majemuk,
misalnyaString
2.
Struktur Data, meliputi:
a)
Struktur data sederhana, misalnya array
dan record.
b)
Struktur data majemuk, yang terdiri
dari:
• Linier
: Stack, Queue, sertaList dan Multilist
• Non
Linier : Pohon Biner dan Graph
Pemakaian struktur
data yang tepat didalam proses pemrograman akan menghasilkan algoritma yang
lebih jelas dan tepat, sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih
efisien dan sederhana.Struktur data yang standar yang biasanya digunakan
dibidang informatika adalah :
· List
linier (Linked List) dan variasinya
· Multilist
· Stack
(Tumpukan)
· Queue
(Antrian)
· Tree
( Pohon)
· Graph
( Graf )
1. Struktur
Data Sederhana
a. Array(Larik)
Larik adalah struktur data statik yang menyimpan sekumpulan elemen yang
bertipe sama. Setiap elemen diakses langsung melalui indeksnya. Indeks larik
harus tipe data yang menyatakan keterurutan misalnya integer atau karakter.
Banyaknya elemen larik harus sudah diketahui sebelum program dieksekusi. Tipe elemen
larik dapat berupa tipe sederhana, tipe terstruktur, atau tipe larik lain. Nama
lain array adalah Larik, tabel, atau vektor
b. Record(Catatan)
c. ADT
adalah definisi tipe dan sekumpulan primitif (operasi dasar) terhadap tipe
tersebut. Tipe diterjemahkan menjadi tipe terdefinisi dalam bahasa pemrograman
yang bersangkutan.
Secara garis besar
type data dapat dikategorikanmenjadi :
ü Type
data sederhana
Type data sederhana
tunggal, misalnya Integer, real, boolean dan karakter b. Type data sederhana
majemuk, misalnya String2.
ü Struktur
Data, meliputi
Struktur data
sederhana, misalnya array dan record b. Struktur data majemuk, yang terdiri dari:
Linier : Stack, Queue, serta List dan Multilist Non Linier : Pohon Biner dan
Graph
Pemakaian struktur
data yang tepatdi dalam proses pemrograman akanmenghasilkan algoritma yang
lebihjelas dan tepat, sehinggamenjadikan program secarakeseluruhan lebih efisien
dansederhana.
Struktur data yang
″standar″ yangbiasanya digunakan di bidanginformatika adalah : List linier
(Linked List) dan variasinya Multilist Stack (Tumpukan) Queue (Antrian) Tree (
Pohon ) Graph ( Graf )
REVIEW RECORD
(REKAMAN) Disusun oleh satu atau lebih field.Tiap field menyimpan data dari
tipe dasar tertentu atau dari tipe bentukan lain yang sudah didefinisikan
sebelumnya. Nama rekaman ditentukan oleh pemrogram. Rekaman disebut juga tipe
terstruktur.
Contoh :
1. type
Titik : record <x : real, y : real> jika P dideklarasikan sebagai Titik
maka mengacu field pada P adalah P.x dan P.y.
· Didefinisikan
tipe terstruktur yang mewakili Jam yang dinyatakan sebagai jam (hh), menit (mm)
dan detik (ss),
· Maka
cara menulis type Jam adalah :
type Jam : record <hh : integer,
{0…23} mm : integer, {0…59} ss : integer {0…59} > Jika J adalah peubah
(variabel) bertipe Jam maka cara mengacu tiap field adalah J.hh, J.mm dan J.ss
· Terjemahan
dalam bahasa C :1. type Titik : record <x : real, y : real> diterjemahkan
menjadi : typedef struct { float x; float y; } Titik;
· type
Jam : record <hh : integer, {0…23} mm : integer, {0…59} ss : integer {0…59}
> Diterjemahkan menjadi : typedef struct { int hh; /*0…23*/ int mm; /*0…59*/
int ss; /*0…59*/ } Jam;
2.
Struktur Data Majemuk
a) Stack(Tumpukan)
Stack
(tumpukan) adalah list linier yang dikenali elemen puncaknya (top), aturan
penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu (penyisipan selalu dilakukan “di
atas” (top), penghapusan selalu dilakukan pada top).
Karena aturan
penyisipan dan penghapusan semacam itu,top adalah satu-satunya alamat tempat
terjadi operasi.Elemen yang ditambahkan paling akhir akan menjadi elemen yang
akan dihapus. Dikatakan bahwa elemen stack akan tersusun secara LIFO (Last In
First Out).
b)
Queue(Antrian)
Queue (antrian) adalah
list linier yang dikenali elemen pertama (head) dan elemen terakhirnya (tail);
Aturan penyisipan dan
penghapusan elemennya disefinisikan sebagai penyisipan selalu dilakukan setelah
elemen terakhir, penghapusan selalu dilakukan pada elemen pertama;
Satu
elemen dengan elemen lain dapat diakses melalui informasi next.
•
List dan Multi-List (Daftar)
List linier adalah
sekumpulan elemen bertipe sama, yang mempunyai keterurutan tertentu, yang
setiap elemennya terdiri dari 2 bagian.
sebuah list linier
dikenali dengan
(1) elemen
pertamanya, biasanya melalui alamat elemen pertama yang disebut (first);
(2) Alamat
elemen berikutnya (suksesor), jika kita mengetahui alamat sebuah elemen, yang
dapat diakses melalui field next;
(3) Setiap
elemen mempunyai alamat, yaitu tempat elemen disimpan dapat diacu. Untuk
mengacu sebuah elemen, alamat harus terdefinisi. Dengan alamat tersebut
informasi yang tersimpan pada elemen list dap at diakses;
(4) Elemen
terakhirnya.
· Ciri-Ciri
Operator Dalam Bahasa Pemograman Pascal
Operator merupakan
simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu
operasi atau manipulasi, seperti menjumlahkan dua buah nilai, memberikan nilai
ke suatu variabel, membandingkan kesamaan dua buah nilai dan sebagainya.
Jenjang menunjukkan
operator mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu jika dalam suatu ungkapan
melibatkan lebih dari satu macam operator. Jenjang dengan nomor 1 adalah
jenjang yang tertinggi.
Misalnya:ungkapan
X=B+A, melibatkan dua operator; operator aritmatika ‘+’ mempunyai jenjang yang
lebih tinggi dibandingkan dengan operator pengerjaan ‘=’, sehingga ungkapan B+A
akan dikerjakan terlebih dahulu dan kemudian hasilnya akan diberikan ke
variabel X.
· JENIS-JENIS
OPERATOR
Bahasa C menyediakan
jenis-jenis operator
misalnya :
a. operator
aritmatika
b. operator
pengerjaan
c. operator
hubungan
d. operator
logika
e. operator
bitwise
f. dan
operator koma.
6.2.2
Operasi StrinOperasi String
String
adalah jenis data yang menyimpan untaian kata/ kalimat. Contoh variabel string
dalam kehidupan sehari adalah berupa semua bentuk nama dengan segala
manifestasinya seperti : nama orang, nama pekerjaan, nama instansi, hobby,
alamat, makanan, minuman dan lain-lain.
Dalam Bahasa Pemrograman C/C++ string diimplementasikan ke dalam variabel dengan jenis “array char” dan “pointer char”. Ada 3 (tiga) jenis pendefinisian type data string di dalam C/C++, yaitu:
Ø Dengan
menentukan panjang string, syntax:
char
<namaVar>"[" <panjang>"]" [ =
<inisialisasi> ];
Contoh:
· char
namaMhs[25];
Tanpa
menentukan panjang string dan memberikan nilai awal kepada string, syntax:
char
<namaVar>"[]" = <inisialisasi>;
Contoh:
char
namaMhs[]="Ahmad Musthafa";
Dengan
menggunakan pointer char, syntax:
char
*<namaVar> [ = <inisialisasi> ];
Contoh:
char
*namaMhs="Ahmad Musthafa";
Ø Fungsi/procedure
pengolahan string:
·
strcpy(varstr1, konst|varstr2);
Procedure ini
berfungsi untuk mengcopy isi dari konst atau varstr2 ke varstr1.
·
strcat(varstr1, konst|varstr2);
Procedure ini
berfungsi untuk menggabungkan isi dari varstr1 dengan konst atau varstr2 dan
menyimpan hasilnya di varstr1.
·
strlen(konst|varstr);
Fungsi ini
menghasilkan nilai integer berupa panjang konst atau varstr.
·
strupr(varstr);
Procedure ini
berfungsi untuk mengkonversikan varstr ke huruf besar (Uppercase);
·
strlwr(varstr);
Procedure ini berfungsi untuk
mengkonversikan varstr ke huruf kecil (Lowercase);
Ø
Contoh program lengkap dapat dilihat di
bawah ini:
#include
<stdio.h>
#include
<string.h>
#include
<conio.h>
int
main(void)
{ char namaDepan[10], namaTengah[10],
namaBlkng[10], namaLengkap[30];
printf("Ketikkan Nama Depan : ");
scanf("%s",&namaDepan);
printf("Ketikkan Nama Tengah : ");
scanf("%s",&namaTengah);
printf("Ketikkan Nama Belakang :
"); scanf("%s",&namaBlkng);
strcpy(namaLengkap,namaDepan);
strcat(namaLengkap,"
");
strcat(namaLengkap,namaTengah);
strcat(namaLengkap,"
");
strcat(namaLengkap,namaBlkng);
printf("Nama
Lengkap adalah: %s\n",namaLengkap);
printf("Nama
Lengkap (huruf kecil): %s\n",strlwr(namaLengkap));
printf("Nama
Lengkap (HURUF BESAR): %s\n",strupr(namaLengkap));
getch();
return 0;g
6.3
Operasi Dasar Blooean
Aljabar
Boolean erat hubungannya dengan variabel-variabel biner dan operasi-operasi
logik. Aljabar Boolean memiliki fungsi yang terdiri dari variabel-variabel
biner yang dapat dinyatakan dalam bentuk tabel kebenaran yang memiliki
konstanta 0 dan 1, serta simbol-simbol operasi logik tertentu. Tabel kebenaran
dalam sebusah fungsi Boolean terdiri dari daftar semua kombinasi angka-angka
biner 0 dan 1 yang diberikan ke variabel-variabel biner dan daftar yang
memperlihatkan nilai fungsi untuk masing-masing kombinasi biner.
Aljabar
Boolean bekerja dengan himpunan {0, 1} pada operasi dan aturan tertentu.
Gerbang-gerbang logika erat kaitannya Aljabar Boole, karena biasa digunakan untuk menyatakan nilai fungsi untuk
masing-masing kombinasi biner dengan operator tententu. Logika kombinasi merupakan
suatu rangkaian digital
yang mempergunakan 2 atau lebih
gerbang-gerbang logika.
Gerbang
logika merupakan rangkaian dengan satu
atau lebih sinyal masukan tetapi hanya
menghasilkan satu sinyal keluaran. Kombinasi beberapa gerbang logika
dapat menjadi suatu rangkaian digital yang sangat komplek. Pada
dasarnya kompleksitas suatu
rangkaian digital dapat
diserderhanakan sehingga rangkaian digital tersebut dapat memanfaatkkan
gerbang yang lebih sedikit.
Beberapa
operasi rangkaian logika dasar yang biasa digunakan dalam fungsi Boolean,
diantaranya adalah : INVERTER / INVERS / NOT, AND, OR, NAND, NOR, XOR, XNOR.
Gerbang AND mempunyai dua atau lebih
dari dua sinyal masukan tetapi hanya
memiliki satu sinyal keluaran. Sedangkan
gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah satu atau semua
sinyal masukan bernilai tinggi, sehingga
dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah
jika semua sinyal masukan bernilai rendah.
Aljabar
Boolean mempunyai aplikasi yang luas dalam kehidupan, antara lain dalam bidang
jaringan pensaklaran dan rangkaian digital. Dalam jaringan persaklaran Aljabar
Boolean biasa menggambarkan saklar dalam keadaan tertutup dan terbuka, serta
hubungannya dalam bentuk seri dan paralel.
Suatu rangkaian digital dengan kompleksitas yang tinggi dapat diserderhanakan sehingga rangkaian digital tersebut dapat memanfaatkkan gerbang yang lebih sedikit. Penyedeerhanaan yang biasa digunakan dalam rangkaian digital dikenal dengan teknik reduksi. Teknik Reduksi yang sering dipakai yaitu dengan memakai aljabar Bolean dengan teorema De Morgan, Peta Karnough.
1. Operasi
– operasi Logika Dasar
Dalam
rangkaian logika terdapat operasi dasar untuk menunjukkan suatu perilaku dari
operasi-operasi tersebut, operasi ini biasanya ditunjukkan dengan menggunakan
suatu tabel kebenaran. Tabel kebenaran berisi statemen-statemen bernilai
TRUE(T) and FALSE(F) yang dalam tabel dilambangkan dengan “1” untuk TRUE(benar)
dan “0” untuk FALSE(salah).
Berikut
operasi-operasi dasar logika yang dijelaskan dengan tabel kebenaran :
· Operasi
INVERS (NOT)
Operasi
INVERS / NOT merupakan suatu operasi yang menghasilkan keluaran nilai
kebalikannya. Operasi INVERS / NOT dilambangkan dengan tanda ( ¯ ) diatas
variabel atau tanda single apostrope ( ‘ ). Operasi ini akan mengubah logik
1(benar) menjadi 0(salah) dan sebaliknya, akan mengubah logik 0(salah) menjadi
logik 1(benar).
Tabel
kebenaran untuk opeA :
A a’
0 1
1 1
· AND
Operasi
AND merupakan operasi boolean yang yang akan memghasilkan nilai 1 ketika
dipasangkan dengan 1 pula.
Operasi AND dilambangkan dengan dot ( . ). Operasi ini hanya akan
menghasilkan nilai benar jika kedua variabel bernilai benar, selain itu akan
bernilai salah.
Tabel kebenaran untuk operasi AND:
0 0 0
0 1
0
1 0
0
1 1 1
· Operasi
OR
Operasi OR merupakan operasi yang hanya akan menghasilkan nilai benar(1) jika salah satu variabelnya bernilai benar(1) serta akan menghasilkan nilai salah jika kedua variabelnya bernilai salah. Operasi OR dilambangkan dengan plus (+).
Tabel kebenaran untuk operasi OR:
a b a+b
0 0 0
0 1 1
1 0 1
Operasi Turunan
· Operasi
logika NOR
Operasi
NOR merupakan perpaduan dari operasi OR dan INVERS / NOT. Operasi NOR kan menghasilkan
keluaran OR yang di inverskan. Operasi NOR mempunyai dua buah lambang yaitu
lambang OR (+) dan INVERS / NOT ( ‘ ).
Tabel Kebenaran Untuk Operasi Nor:
a B (a+b)
0 0
1
0 1 0
1 0 0
· Operasi
logika NAND
Operasi
NAND merupakan perpaduan dari operasi AND dan INVERS / NOT. Operasi NAND akan
menghasilkan keluaran AND yang di inverskan. Operasi NAND mempunyai dua buah
lambang yaitu lambang AND ( . ) dan INVERS / NOT ( ‘ ).
Tabel kebenaran untuk operasi NOR :
a B (a.b)’
0 0 1
0 1 1
1 0 1
1 1 0
· Operasi
logika EXOR
EXOR berarti exklusive
OR berarti “yang satu atau yang satunya tapi tidak keduanya”. Operasi XOR akan
menghasilkan keluaran 1(benar) jika jumlah masukan yang bernilai 1(benar)
berjumlah ganjil. Operasi XOR merupakan hasil dari (a’.b) + (a.b’) atau biasa
ditulis a b. Tabel kebenaran untuk operasi
XOR:
a b
a’. b.’
0 0
0
0 1
1
1 0
1
1 1
0
· Operasi logika EXNOR
EXNOR
berarti exklusive NOR berarti “yang satu atau yang satunya tapi tidak
keduanya”. Operasi ini akan menghasilkan keluaran 1(benar) jika jumlah masukan
yang bernilai 1(benar) berjumlah genap atau tidak ada sama sekali. Operasi XOR
merupakan hasil dari a’+b . a+b’ atau
biasa ditulis a’ b’ atau (a b)’.
Tabel kebenaran untuk operasi EXNOR:
a b a’+b . a+b
0 0
1
0 1 0
1 0 0
1 1 1
2. Tabel
Kebenaran
Tabel
kebenaran merupakan tabel yang menunjukkan kombinasi dari variabel input dan
variabel output pada suatu kasus logika tertentu. Tabel kebenaran biasa
digunakan untuk menganalisa suatu fungsi logika karena dapat mempermudah
pemahaman.
Sistem
Bilangan atau Number System adalah Suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu
item fisik. Sistem Bilangan menggunakan suatu bilangan dasar atau basis (base /
radix) yang tertentu.
7.1.1
Dasar Sistem Bilangan
Suatu
sistem bilangan, senantiasa mempunyai Base (radix), absolute digit dan
positional (place) value.
· Jenis-Jenis
Sistem Bilangan
Suatu
sistem komputer mengenal beberapa sistem bilangan, seperti :
1.
Sistem Bilangan Desimal (Decimal
Numbering System).
2.
Sistem Bilangan Biner (Binary Numbering
System).
3.
Sistem Bilangan Octal (Octenary
Numbering System).
4.
Sistem Bilangan Hexadesimal (Hexadenary
Numbering System).
7.2.2 Konversi sistem
Bilangan
Konversi bilangan
biasanya menjadi pengetahuan dasar yang sering atau mungkin wajib diberikan
kepada mahasiswa pada mata kuliah pengenalan komputer. Ada empat basis bilangan
yang sering digunakan yakni :
· bilangan
berbasis dua atau yang sering disebut dengan bilangan biner (binary), digit
yang digunakan adalah 0 dan 1
· bilangan
berbasis delapan atau sering juga disebut oktal (octal), digit yang digunakan
adalah 0, 1, 2, …, 7
· bilangan
berbasis sepuluh atau desimal yang sering kita digunakan dalam kehidupan
sehari-hari, digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 8, 9; serta
· bilangan
berbasis enambelas atau heksadesimal (hexadecimal), dengan digit yang digunakan
adalah 0, 1, 2, 3, …, 8, 9, A, B, …, E, F. Dimana A sebagai pengganti nilai 10,
B=11, C=12, dst.
Berikut ini akan
dibahas satu persatu bilangan tersebut serta bagaimana cara melakukan konversi
antar basis bilangan :
§
Desimal ke Biner
Cara
mengkonversi bilangan desimal ke biner adalah dengan cara membagi bilangan
desimal dengan 2 (basis bilangan biner) dan menyimpan sisa hasil bagi dari
setiap pembagian sebagai bit-bit bilangan biner. Nilai konversinya adalah
urutan sisa hasil bagi dari yang paling akhir.
Contoh
:
88(10)=
… (2)
§ 88
: 2 = 44 sisa 0
§ 44
: 2 = 22 sisa 0
§ 22
: 2 = 11 sisa 0
§ 11
: 2 = 5 sisa 1
§ 5
: 2 = 2 sisa 1
§ 2
: 2 = 1 sisa 0
§ 1
: 2 = 0 sisa 1
Maka
hasil Konversinya = 1011000 (ditulis dengan urutan dari bawah ke atas)
§
Desimal ke Octal
Cara
mengkonversi bilangan desimal ke Oktal adalah dengan cara membagi bilangan
desimal dengan 8 (basis bilangan oktal) dan menyimpan sisa hasil bagi dari
setiap pembagian sebagai bit-bit bilangan oktal. Nilai konversinya adalah
urutan sisa hasil bagi dari yang paling akhir.
Contoh
:
1402(10)
= … (8)
§
1402/8 = 175 sisa 2
§
175/8 = 21 sisa 7
§
21/8 = 2 sisa 5
§ 2/8
= 0 sisa 2
Maka
hasil konversinya = 2572 (ditulis dari bawah)
§ Desimal
ke Hexadecimal
Cara
mengkonversi bilangan desimal ke hexadesimal adalah dengan cara membagi
bilangan desimal dengan 16 (basis bilangan hexadesimal) dan menyimpan sisa
hasil bagi dari setiap pembagian sebagai bit-bit bilangan heksadesimal. Apabila
sisa bagi > 9 maka angkanya dirubah menjadi huruf. Untuk sisa bagi berjumlah
10 = A, 11 = B, 12 = C, 13 = D, 14 = E, 15 = F.
Contoh
:
19889(10)
= … (16)
§ 19889/16
= 1243 sisa 1
§ 1243/16
= 77 sisa 11 (B)
§ 77/16
= 4 sisa 13 (D)
§ 4/16
= 0 sisa 4
Maka hasil konversinya = 4DB1 (ditulis dari bawah)
v
TABEL KONVERSI BILANGAN
§ Biner
ke Octal
Cara
mengkonversi bilangan biner ke oktal yakni dengan mengelompokan bilangan biner
menjadi 3 kelompok dimulai dari bilangan biner yang paling kanan. Setelah
dikelompokan barulah kita dapat mengkonversi menjadi bilangan Oktal.
Contoh
:
11001101(2)
= … (8)
===> 011 001
101
011 = 3
(lihat tabel konversi di atas)
001
= 1
101
= 5
Hasil
Konversi : 315 (ditulis dari atas ke bawah)
§
Biner ke Desimal
Cara
mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan cara mengalikan satu
persatu bilangan dengan 2 (basis bilangan biner) pangkat 0, pangkat 1 dan
seterusnya sesuai dengan banyaknya bilangan biner yang akan di konversi dan
perhitungannya dimulai dari bilangan biner yang paling kanan.
Contoh
:
00011(2) = … (10)
= (1x20) + (1x21) + (0x22) +
(0x23) + (0x24)
= 1 + 2 + 0 + 0 + 0
= 3
Hasil
Konversi : 3
§ Biner
ke Hexadecimal
Cara
mengkonversi bilangan biner ke hexadesimal tekniknya hampir sama dengan cara
konversi bilangan biner ke oktal. Yang membedakan ada pada pengelompokan
bilangan binernya, pada bilangan oktal dalam satu kelompok terdiri dari 3 bit
bilangan biner, sedangkan pada hexadesimal dalam satu kelompok terdiri dari 4
bit bilangan biner.
Contoh
:
10100(2)
= ... (16)
§
0001 = 1 (lihat tabel konversi di atas)
§ 0100
= 4
Hasil
Konversi = 14 (ditulis dari atas ke bawah)
§
Octal Ke Desimal
Cara
mengkonversi bilangan oktal ke desimal adalah dengan cara mengalikan satu
persatu bilangan dengan 8 (basis bilangan oktal) dengan pangkat 0, 1 dan
seterusnya dimulai dari bilangan oktal yang paling kanan. Kemudian hasil dari
semua pengalian dijumlahkan.
Contoh
:
§ 62(8)
= ... (10)
§ 2x80
= 2
§ 6x81
= 48
§ 2+48
= 50
Hasil
Konversi = 50
§
Octal Ke Biner
Cara
mengkonversi bilangan oktal ke biner adalah dengan memecah terlebih dahulu
bilangan oktal kedalam satuan bilangan, kemudian masing-masing bilangan diubah
kedalam bentuk 3 bit bilangan biner, dengan cara membagi setiap satuan bilangan
tersebut dengan 2 (basis bilangan biner). Jika hasil konversi hanya
menghasilkan 2 digit bilangan biner, maka harus ditambahkan 0 di sebelah
kirinya, supaya bilangan binernya menjadi 3 digit (bit).
Contoh
:
145(8)
= ... (2)
1 = 001 (lihat tabel konversi)
4 = 100
5 = 101
Hasil
Konversi = 001100101 (ditulis dari atas ke bawah)
§
Octal Ke Hexadecimal
Cara
mengkonversi bilangan oktal ke hexadesimal terdiri dari dua tahap yaitu:
1) Pertama,
mengkonversi terlebih dahulu setiap bit bilangan oktal ke bilangan biner.
2) Kedua,
hasil konversi ke bilangan biner kemudian di konversikan ke bilangan
hexadesimal.
Singkatnya
seperti ini: Oktal --> Biner --> Hexadesimal.
Contoh
:
46(8)
= ... (16)
Diubah
ke Biner
4 = 100
6 = 110
Diubah
Ke Hexadecimal
0100 = 2
0110 = 6
Hasil
Konversi = 26
§ Hexadecimal
ke Biner
Sama
dengan cara konversi bilanga octal ke biner, bedanya kalau bilangan octal
binernya harus 3 bit, sedangkan bilangan hexadesimal binernya terdiri dari 4
bit. Misal kita konversi 2 hexa menjadi biner hasilnya bukan 10 melainkan 0010
Contoh
:
9A(16)
= ... (2)
9 = 1001 (lihat tabel konversi)
A/10 = 1010
Hasil
Konversi = 10011010 (ditulis dari atas)
§ Hexadecimal
ke Desimal
Cara
mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu
bilangan dengan 16 (basis hexa) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst., dimulai dari
bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan.
Contoh
:
7A(16)
= ... (10)
= (7x161) + (10x160)
= 112 + 10
= 122
Hasil
Konversi = 122
§
Hexadecimal ke Oktal
Begitu
juga dengan konversi hexa desimal ke octal yakni dengan mengubah bilangan hexa
ke bilangan biner, kemudian diubah menjadi bilangan octal. Ringkasnya:
hexa->biner->octal
Contoh
:
AF(16)
= ... (10)
Diubah
ke Biner
A/10 = 1010 (lihat tabel konversi)
F/15
= 1111 ==> hasil konversinya
10101111
Diubah
ke Oktal ==> 010 101 111
010 = 2 (lihat tabel konversi)
101 = 5
111 = 7
Hasil
Konversi = 257 (ditulis dari atas)
7.2
Konversi Bilangan
Sistem
Bilangan atau Number System adalah Suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu
item fisik. Sistem Bilangan menggunakan suatu bilangan dasar atau basis (base /
radix) yang tertentu. Dalam hubungannya dengan komputer, ada 4 Jenis Sistem
Bilangan yang dikenal yaitu : Desimal (Basis 10), Biner (Basis 2), Oktal (Basis
8) dan Hexadesimal (Basis 16). Berikut penjelesan mengenai 4 Sistem Bilangan
ini:
· Bilangan
Desimal
Bilangan
desimal adalah bilangan yang paling umum atau paling sering kita temui di
kehidupan sehari-hari. Sistem bilangan ini menggunakan basis 10 atau
menggunakan 10 macam bilangan yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sistem
bilangan desimal dapat berupa integer desimal (decimal integer) dan dapat juga
berupa pecahan desimal (decimal fraction).
· Bilangan
Biner
Bilangan
biner (basis 2) adalah sistem bilangan yang hanya terdiri dari 2 simbol yaitu 0
dan 1. Bilangan Biner ini di populerkan oleh John Van Neuman. Contohnya
menggunakan bilangan biner agar bisa saling berkomunikasi antara komponen
(hardware) maupun antar sesama komputer. Karena komputer hanya menggunakan
bahasa mesin, yaitu apabila komputer mendapatkan sinyal listrik bernilai 1,
apabila komputer tidak mendapatkan sinyal listrik berarti bernilai 0.
· Bilangan
Hexadesimal
Bilangan
hexadesimal (basis 16). Hexa berarti 6 dan Desimal berarti 10 adalah jenis
sistem bilangan yang terdiri dari 16 simbol yaitu: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8,
9, A(10), B(11), C(12), D(13), E(14), dan F(15). Berbeda dengan ke tiga sistem
bilangan yang telah dibahas. Sistem bilangan hexadesimal memadukan 2 unsur
yaitu angka dan huruf.
7.3 Aritmatika basis
Operasi dasar
aritmetika adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, walaupun
operasi-operasi lain yang lebih canggih (seperti persentase, akar kuadrat,
pemangkatan, dan logaritma) kadang juga dimasukkan ke dalam kategori ini.
7.3.1 Penjumlahan Basis
Penjumlahan Bilangan
Biner
Pada Penjumlahan
bilangan biner ada aturan dasar, yaitu:
0 + 0 = 0
1 + 0 = 1
0 + 1 = 1
1 + 1 = 1, simpan 1
Contoh #1:
1111 2
10100 2 +
100011 2 Carry of 1 (3
kali)
7.3.2 Pengurangan
Basis
Pengurangan Bilangan Biner
dalam bilangan biner
ada dua cara dalam pengurangan yaitu dengan 1s complement atau 2s complement,
perbedaan antara keduanya yaitu:
· 1s
complement adalah suatu cara untuk membalikkan bilangan negatif menjadi positif
(karena sebetulnya dalam bahasa komputer tidak dikenali pengurangan) sehingga
pengurangan ini menjadi penjumlahan. 1s complement dari suatu bilangan
dilakukan dengan mengubah 0 menjadi 1 dan 1 menjadi 0,misalnya:
· 2s
complement kurang lebih memiliki fungsi yang sama dengan 1s complement yaitu
membuat suatu bilangan negatif menjadi positif, namun cara 2s complement agak
sedikit berbeda yaitu 1s complement yang ditambah dengan 1 misalnya :
Kemudian :
CARA MUDAHNYA
Bilangan biner
dikurangkan dengan cara yang sama dengan pengurangan bilangan desimal. Dasar
pengurangan untuk masing-masing digit bilangan biner adalah :
0 – 0 = 0
1 – 0 = 1
1 – 1 = 0
0 – 1 = 1 dengan
borrow of 1, (pinjam 1 dari posisi sebelah kirinya).
Contoh#1 :
11101 2
1011 2 _
10010 2 borrow of 1 (1
kali)
7.4 Komplemen
Komplemen
dari suatu himpunan adalah unsur-unsur yang ada pada himpunan universal
(semesta pembicaraan) kecuali anggota himpunan tersebut. Komplemen dari A
dinotasikan \tiny A^c (dibaca A komplemen).
Contoh
Soal:
A
= {1, 3, 5, 7, 9}
S
= {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}
Maka
\tiny A^c = {2, 4, 6, 8, 10}
Daftar Pustaka
· https://blogs.itb.ac.id/ku1071k03161113013muhammadmarimaruf/2013/10/20/dasar-dasar-perangkat-lunak/











Komentar
Posting Komentar